Terminal Tipe A Ir. Soekarno Klaten terus melakukan peningkatan fasilitas pelayanan publik untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat pengguna transportasi darat. Pembenahan fasilitas dilakukan melalui pemanfaatan Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP yang dikelola pemerintah untuk mendukung kualitas layanan transportasi publik. Pemerintah menegaskan bahwa setiap pendapatan negara dari sektor pelayanan publik dikembalikan dalam bentuk peningkatan fasilitas dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, pengembangan terminal tidak hanya berfokus pada operasional transportasi, tetapi juga pada kenyamanan seluruh pengguna jasa. Terminal kini diarahkan menjadi ruang publik yang lebih modern, tertata, dan mudah diakses semua kalangan. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan pelayanan transportasi yang lebih inklusif.
Dalam regulasi pengelolaan negara, PNBP merupakan pendapatan yang berasal dari pelayanan publik, pengelolaan aset negara, dan layanan lainnya yang diatur sesuai ketentuan perundang-undangan. Pemanfaatan PNBP dilakukan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat, termasuk di sektor transportasi darat. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terus mendorong pengembangan terminal yang lebih representatif dan ramah pengguna. Dana yang dikelola digunakan untuk pembenahan sarana pelayanan, sistem keamanan, serta fasilitas penunjang lainnya. Dengan pengelolaan yang terukur, manfaat PNBP dapat langsung dirasakan masyarakat. Terminal menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan tersebut.
Dari sisi kenyamanan, Terminal Ir. Soekarno Klaten kini menghadirkan ruang tunggu yang lebih bersih, luas, dan tertata. Penataan area pelayanan dan area komersial dilakukan agar mobilitas penumpang lebih teratur dan nyaman. Selain itu, terminal juga mulai mengembangkan sistem informasi berbasis digital untuk membantu masyarakat memperoleh informasi perjalanan secara lebih cepat dan mudah. Pemerintah menilai kenyamanan terminal memiliki pengaruh besar terhadap kualitas perjalanan masyarakat. Karena itu, pembenahan fasilitas dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Terminal diharapkan mampu memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik.
Peningkatan fasilitas juga diarahkan untuk mendukung pelayanan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Terminal kini dilengkapi jalur pemandu atau guiding block bagi penyandang disabilitas netra, jalur landai untuk kursi roda, kursi prioritas, hingga ruang laktasi yang lebih layak. Selain itu, fasilitas toilet ramah lansia dan difabel juga menjadi perhatian dalam pengembangan pelayanan publik. Pemerintah menegaskan bahwa fasilitas transportasi harus dapat diakses secara adil oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Pendekatan pelayanan inklusif menjadi bagian penting dalam pembangunan transportasi modern. Terminal tidak hanya menjadi tempat transit, tetapi juga ruang publik yang ramah bagi semua pengguna.
Aspek keamanan juga menjadi perhatian utama dalam pengelolaan terminal. Pengawasan melalui CCTV ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mendukung keamanan lingkungan terminal. Selain itu, petugas pelayanan dan pengamanan disiagakan untuk membantu masyarakat selama aktivitas operasional berlangsung. Pemerintah ingin memastikan masyarakat merasa aman saat menggunakan fasilitas transportasi publik. Dengan pengawasan yang lebih baik, aktivitas terminal dapat berjalan lebih tertib dan nyaman. Keamanan menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pelayanan transportasi darat.
Pemerintah berharap masyarakat ikut menjaga fasilitas publik yang telah tersedia di Terminal Ir. Soekarno Klaten. Fasilitas yang dibangun melalui pengelolaan PNBP pada dasarnya berasal dari masyarakat dan dikembalikan untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan terminal menjadi tanggung jawab bersama. Dengan fasilitas yang semakin baik, masyarakat diharapkan semakin nyaman menggunakan transportasi umum. Penguatan pelayanan terminal juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong sistem transportasi publik yang lebih modern, aman, dan manusiawi.